Langsung ke konten utama

Cara mengucapkan selamat Natal dalam Islam menurut ulama

Cara mengucapkan selamat Natal dalam Islam menurut ulama

Pendapat Ulama yang Memperbolehkan Ucapan Selamat Natal

Sebelum mengetahui cara mengucapkan selamat Natal dalam Islam, terlebih dahulu perlu kamu ketahui hukum mengenai ucapan Natal ini. Perbedaan pendapat di kalangan ulama disebabkan oleh ijtihad dalam memahami ayat dan hadis. Beberapa ulama memperbolehkan mengucapkan selamat Natal dengan berpedoman pada Al-Quran surat Al Mumtahanah ayat 8 berikut.

"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil".

Dalam ayat tersebut, mereka berpendapat bahwa Allah tidak melarang seorang muslim untuk berbuat baik kepada siapa saja. Nah, ucapan selamat hari raya di luar Islam tersebut dinilai sebagai salah satu perbuatan baik.

Pendapat Ulama yang Melarang Ucapan Selamat Natal

Sementara itu, sebagian ulama lainnya memilih berhati-hati dengan tidak mengucapkan selamat hari Natal. Pendapat tersebut berlandaskan pada penafsiran Al-Quran surat Maryam ayat 23-26 dan Al-Quran surat Al-Furqon ayat 72. Dalam Al-Quran surat Maryam ayat 23-26, Jibril memerintahkan Maryam yang sedang melahirkan Isa al Masih untuk meraih pangkal pohon kurma ke arahnya lalu mengambil buah yang telah matang untuk dimakan. Buah kurma tersebut mengisyaratkan bahwa Isa al Masih bukan lahir di musim dingin sehingga 25 Desember bukanlah kelahiran Putra Maryam. Sementara itu, surat Al-Furqon ayat 72 juga menguatkan pendapat ini.

"Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya".

Ayat tersebut ditafsirkan bahwa ciri orang yang akan mendapatkan martabat di surga adalah orang yang tidak memberi kesaksian palsu. Orang muslim yang memberikan ucapan selamat untuk hari raya agama lain dianggap memberikan kesaksian palsu tersebut.

Hukum Mengucapkan Selamat Natal Menurut NU

Melansir NU Online, tidak ada ayat Al-Quran dan hadis yang secara jelas menerangkan keharaman atau kebolehan mengucapkan selamat Natal. Maka dari itu, persoalan cara mengucapkan selamat Natal dalam Islam ini masuk ke dalam permasalahan ijtihad. Ijtihad artinya permasalahan yang masih diperdebatkan tidak boleh diingkari (ditolak), sedangkan permasalahan yang sudah disepakati boleh diingkari. Namun, berdasarkan hadis riwayat Anas bin Malik, Nabi mencontohkan untuk berbuat baik kepada nonmuslim yang tidak menyakiti mereka.

"Dahulu ada seorang anak Yahudi yang senantiasa melayani (membantu) Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian ia sakit. Maka, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mendatanginya untuk menjenguknya, lalu beliau duduk di dekat kepalanya, kemudian berkata: Masuk Islam-lah! Maka anak Yahudi itu melihat ke arah ayahnya yang ada di dekatnya, maka ayahnya berkata: Taatilah Abul Qasim (Nabi SAW). Maka anak itu pun masuk Islam. Lalu Nabi SAW keluar seraya bersabda: Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka. (HR Bukhari, No. 1356, 5657).

Oleh karena itu, kamu bisa memberikan ucapan selamat Natal dalam bentuk menjaga keberlangsungan hari raya Natal seperti yang sering dilakukan oleh Banser. Dalil dari perbuatan tersebut adalah sebagai berikut.

"Ini merupakan pemberian hamba Allah, Umar, pemimpin kaum Mukminin kepada penduduk Iliya’ berupa jaminan keamanan: Beliau memberikan jaminan keamanan kepada mereka atas jiwa, harta, gereja, salib, dan juga agama-agama lain di sana. Gereja mereka tidak boleh diduduki dan tidak boleh dihancurkan." (Lihat: Tarikh At-Thabary, Juz 3, halaman: 609).

Menurut KH Ahmad Ishomuddin, tidak ada larangan bagi umat Islam mengucapkan "Selamat Hari Natal" dengan lisannya tanpa diiringi simbol agama mereka. Mengucapkan selamat hari Natal tersebut dilakukan untuk menjaga sopan santun dan interaksi sosial.

Hukum Mengucapkan Selamat Natal Menurut Muhammadiyah

Melansir Muhammadiyah.or.id, Majelis Tarjih Muhammadiyah mengeluarkan fatwa dengan menyarankan supaya tidak mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani. Namun, Fatwa Tarjih dalam Suara Muhammadiyah no.5 tahun 2020 menyebutkan kebolehan membantu atasan kantor dalam perayaan Natal, seperti menyediakan kursi, menghias ornamen, dan lain sebagainya. Sebab, hukum mengucapkan hari Natal tersebut merupakan bagian muamalah yang harus disesuaikan dengan kondisi kita. Dalam lingkungan minoritas jika tidak mengucapkan selamat hari Natal akan terjadi sesuatu, maka ucapan tersebut menjadi boleh. Namun, dalam lingkungan yang sudah saling toleransi, tidak ada satu keharusan untuk mengucapkan selamat hari Natal karena telah terjalin hubungan baik dengan nonmuslim.

Hukum Mengucapkan Selamat Natal Menurut Prof. Quraish Shihab

Adapun cara mengucapkan selamat Natal dalam Islam menurut Prof. Quraish Shihab dalam siaran Youtube di channel GuzZ TV, beliau memperbolehkan memberi ucapan Natal kepada mereka yang merayakan. Dengan catatan, ucapan tersebut tidak mengubah akidah Islam bagi orang yang mengucapkannya. Umat Islam boleh mengucapkan, asalkan mereka meyakini bahwa Isa AS bukan anak Allah. Pendapat Quraish Shihab tersebut didasarkan pada argumen bahwa ucapan selamat Natal bukan bagian dari keyakinan agama. Ucapan tersebut sebatas untuk memberikan penghormatan kepada umat Kristiani yang berdasarkan hubungan antarmanusia saja.

FAQ Seputar Cara Mengucapkan Selamat Natal dalam Islam

Apakah umat Islam boleh mengucapkan selamat Natal?
Pendapat ulama berbeda. Sebagian membolehkan sebagai bentuk muamalah dan menjaga kerukunan, sementara sebagian lain tidak menganjurkan.

Apa alternatif ucapan bagi Muslim yang ingin tetap menjaga toleransi?
Bisa menggunakan ucapan umum, misalnya “Selamat berlibur”, “Semoga hari Anda penuh kedamaian”, atau “Semoga acara perayaannya berjalan lancar”.

Apa adab yang perlu diperhatikan saat seorang Muslim mengucapkan selamat Natal?
Gunakan kalimat sopan, tidak menyentuh aspek akidah agama lain, dan sampaikan dalam konteks sosial seperti menjaga hubungan baik.

Postingan populer dari blog ini

50 Soal Esai Bahasa Indonesia Kelas 2 Semester Baru dengan Kunci Jawaban

Soal dan Jawaban Esai Bahasa Indonesia Kelas 2 SD/MI Berikut ini adalah beberapa contoh soal esai dalam pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas 2 SD/MI. Soal-soal ini dirangkum sebagai bahan belajar agar siswa dapat memahami materi dengan lebih baik. Cermati setiap pertanyaan yang ada dan berikan jawabanmu sendiri. Adanya kunci jawaban akan membantu kamu dalam mengoreksi hasil belajar. Semakin banyak latihan soal, semakin besar pula pengetahuan yang kamu dapatkan. Pertanyaan dan Jawaban Apa yang dimaksud dengan kalimat? Jawab: Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki arti dan dapat dipahami. Sebutkan contoh kalimat sederhana! Jawab: Contoh: Ibu memasak nasi. Apa itu huruf kapital? Jawab: Huruf kapital adalah huruf besar yang digunakan pada awal kalimat atau nama diri. Berikan contoh penggunaan huruf kapital yang benar! Jawab: Ani pergi ke Sekolah. Apa yang dimaksud dengan tanda titik (.)? Jawab: Tanda titik digunakan pada akhir kalimat pernya...

Enam Weton Ini Selalu Dihiasi Rezeki, Berkah Datang dari Segala Penjuru, Menurut Primbon Jawa

Kehidupan sering kali terasa ringan ketika seseorang merasa selalu didampingi oleh keberuntungan yang datang dari berbagai arah. Setiap langkah yang diambil tampaknya diiringi oleh peluang dan kesempatan yang tidak pernah terduga. Hal ini bisa menjadi pemicu bagi seseorang untuk tetap percaya diri dan mengambil tindakan tanpa rasa takut akan konsekuensi. Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi perasaan seseorang tentang keberuntungan dalam hidup mereka. Bisa saja ini berasal dari lingkungan sekitar, dukungan dari orang-orang terdekat, atau bahkan dari cara seseorang melihat dunia. Ketika seseorang memiliki pandangan positif dan optimis, maka hal itu bisa membuka jalan bagi pengalaman-pengalaman baik yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Keberuntungan sering kali muncul saat seseorang siap menghadapi tantangan. Mereka yang tidak pernah menyerah dan terus berusaha, biasanya lebih mudah menemukan peluang yang tersembunyi. Kesiapan mental dan fisik menjadi kunci utama dalam me...

Ikan Buntal, Kerang, dan Bahaya Toksin Laut yang Terlupakan

Masyarakat Indonesia yang tinggal di sekitar laut sudah sangat akrab dengan makanan laut seperti ikan dan kerang sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dari warung makan sederhana hingga restoran, hasil laut selalu menjadi pilihan utama karena dianggap segar, bergizi, dan sehat. Namun, di balik kepercayaan itu, ada fakta penting yang sering kali terlewat: tidak semua makanan laut aman untuk dikonsumsi, bahkan ketika terlihat segar dan dimasak dengan sempurna. Sebagai konsumen, kita cenderung berada dalam posisi pasif. Kita membeli ikan di pasar, memesan kerang di rumah makan, lalu percaya bahwa semuanya aman selama terlihat segar dan sudah matang. Namun, jarang sekali kita bertanya dari mana makanan itu berasal, bagaimana proses penyimpanannya, atau risiko kesehatan yang mungkin tersembunyi di dalamnya. Padahal, dalam konteks makanan laut, ketidaktahuan bisa menjadi faktor utama munculnya masalah kesehatan. Beberapa kasus keracunan seafood yang terjadi di berbagai daerah menunju...