
Kasus Pembunuhan WN (23) di Baubau: Dua Oknum TNI Terlibat
Kasus pembunuhan seorang wanita inisial WK (23) yang ditemukan tewas tanpa busana di bawah Jembatan Permandian Kogawuna, Kelurahan Lakologou, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), telah memicu kegundahan di kalangan masyarakat. Kejadian tersebut menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan mengundang perhatian luas dari berbagai pihak.
Dari pengungkapan kasus tersebut, dua oknum anggota TNI yakni Prada Y (19) dan Prada Z (19) diamankan oleh Sub Detasemen Polisi Militer (Sub Denpom) Baubau. Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) TP 823/Raja Wakaaka, Letkol Inf Arkham Hidayat, ikut turun tangan dalam memberikan santunan kepada keluarga korban. Santunan diserahkan di rumah orangtua korban, Kelurahan Waruruma, Kecamatan Kokalukuna, sekira pukul 14.00 Wita.
Ibu korban, N, masih tampak berduka atas kepergian putrinya tersebut. Ia sempat menyapu air mata saat berbicara dengan Danyonif TP 823/Raja Wakaaka. Ia meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.
"Kalau sudah ditangkap hukum seberat-beratnya, supaya sa bisa tenang juga, pokoknya harus dipercepat," pinta N sambil menangis.
Danyonif menjelaskan bahwa proses penyelidikan sedang berlangsung dan akan segera menemukan titik terang. "Keinginan ibu akan kami kawal terus, karena dua oknum ini kan sudah diamankan, sementara sedang didalami terkait motifnya seperti apa, masih banyak saksi yang diperiksa, jadi masih proses, jadi mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah ada titik terang," ujarnya.
Pertemuan itu juga dihadiri dua putra korban, yaitu F (3) dan A (6). Mereka tampak bermain ketika bingkisan mainan dan makanan ringan datang. Danyonif 823 terlihat memangku salah satu anak korban sambil ngobrol bersama keluarga.
Ziarah ke Makam WK
Danyonif 823 juga menyempatkan waktu untuk ziarah ke makam korban yang berada tidak jauh dari kediaman orangtua korban atau rumah duka. "Kedatangan kami disini untuk mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas berpulangnya almarhum, serta kedatangan ini murni wujud kepedulian kami terhadap keluarga korban," ujarnya saat diwawancarai.
Selain itu, pihaknya juga memberikan santunan berupa biaya pendidikan kepada kedua anak korban. "Jadi kami bekerjasama dengan BRI Baubau, kami beri biaya pendidikan untuk masing-masing anak itu Rp25 juta, tadi kami sudah sampaikan juga ada beberapa kelengkapan administrasi nanti akan digunakan untuk biaya pendidikan saat adek-adek (anak korban) masuk sekolah," bebernya.
Terdapat juga biaya pengobatan untuk anak, sembako yang terdiri dari beras, minyak, telur, gula serta lainnya, juga tas, mainan dan snack. "Kedatangan kami kesini benar-benar tali asih, tidak ada hubungannya dengan proses hukum sesuai dengan arahan usut tuntas permasalahan ini, tidak ada yang menutup-nutupi, tidak ada yang menghalang-halangi," jelasnya.
Hubungan Dengan Prada Y
Setelah penemuan jasad korban, Minggu (21/12/2025), dua oknum anggota TNI yakni Prada Y (19) dan Prada Z (19) diamankan Sub Detasemen Polisi Militer (Sub Denpom) Baubau. Dalam pengungkapan kasus tersebut, terkuak hubungan Prada Y dan korban yang berstatus janda dua anak itu adalah sepasang kekasih.
Prada Y diketahui, anggota TNI yang belum lama menyelesaikan pendidikan, lulus pertengahan tahun 2025. Awal perkenalan WK (23) dengan Prada Y dimulai dari dunia maya. Hubungan keduanya lalu berkembang menjadi asmara.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan kalau statusnya (Prada Y) pacaran," ujar Letkol CPM Haryadi Budaya Pela dikutip dari TribunnewsSultra.com, Selasa (23/12/2025).
November 2025, Prada Y sudah dikenalkan kepada keluarga korban saat acara keluarga. Bahkan para tetangga, sudah mengetahui hubungan spesial yang terjalin antara keduanya.
Hasil Visum
Polres Baubau memastikan terdapat sejumlah luka akibat kekerasan pada korban. Kasi Humas Polres Baubau, IPTU Rino Asnan menuturkan korban ditemukan dalam keadaan membusuk dengan sejumlah luka di tubuhnya. Usai ditemukan, jasad korban langsung dibawa pihak kepolisian untuk menjalani visum.
Dari hasil visum yang dijelaskan IPTU Rino, terdapat luka robek pada leher karena benda tajam. Lalu, adapula luka di kepala diduga karena benda tumpul, serta luka bakar seluruh tubuh.
Setelah menerima laporan hasil visum, Tim Inafis Polres Baubau tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 Wita untuk melakukan pemeriksaan intensif. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, polisi menemukan sejumlah benda mencurigakan. Seperti botol bekas berisi sisa Bahan Bakar Minyak (BBM) serta pakaian dalam wanita (BH) yang sudah dalam kondisi terbakar di sekitar lokasi kejadian.
IPTU Rino Asnan mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga inisial MA (43) yang sedang duduk di jembatan. Korban yang ditemukan warga itu, sempat dimakan biawak jasadnya.
“Awal mulanya saksi duduk di jembatan dan melihat ada sekumpulan biawak di sekitar (TKP) tersebut dan ternyata biawak memakan korban,” kata Rino, di ruangannya, Senin (22/12/2025), dilansir dari Kompas.com.
IPTU Rino Asnan mengatakan setelah dugaan identitas korban tersebar di sosial media, keluarga korban melapor ke Polres lalu diantar ke rumah sakit untuk mengecek identitas. "Dan benar yang bersangkutan adalah keluarga korban, inisial WK berjenis kelamin perempuan, umurnya 23 tahun, beralamat di Kecamatan Kokalukuna," ungkapnya saat diwawancarai, Senin (22/12/2025).
Kata dia, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengunggah status di aplikasi Facebook pada Sabtu (19/12/2025) malam. Pihaknya mengaku sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai identitas terduga pelaku pembunuhan.
"Polres baubau masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, memeriksa saksi-saksi terkait teman-temannya yang berhubungan langsung dengan korban serta barang bukti," ujarnya.
IPTU Rino mengungkapkan jenazah korban akan diautopsi, sementara untuk jadwal masih menunggu dokter forensik dari Kota Kendari.