Langsung ke konten utama

Kasus Bunuh Ibu: Kekurangan Bukti dan Pertanyaan Tak Terjawab

Kasus Pembunuhan Ibu oleh Anak di Medan: Sederet Kejanggalan yang Membuat Keluarga Tidak Percaya

Kasus kematian Faizah Soraya, seorang ibu rumah tangga yang ditemukan tewas di rumahnya di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatra Utara, mulai menghadirkan berbagai kejanggalan. Seorang anggota keluarga korban, Dimas, akhirnya membeberkan beberapa hal yang membuat mereka meragukan pengakuan Al, putri bungsu Faizah, bahwa ia lah yang membunuh ibunya sendiri.

Kejanggalan Pertama: Tidak Ada Teriakan Saat Penikaman

Menurut cerita dari Al, penikaman terjadi pada pukul 03.00 WIB saat ia dan kakaknya tidur bersama Faizah. Namun, Dimas bertanya-tanya mengapa Faizah tidak berteriak atau melawan saat ditikam. Menurutnya, jika itu benar-benar terjadi, suaminya, Alham, pasti akan terbangun dan menolong.

Kejanggalan Kedua: Penundaan Evakuasi

Setelah warga mengetahui Faizah tertusuk, sopir ambulans datang pada pukul 04.30 WIB. Namun, menurut keterangan sopir tersebut, Faizah masih hidup saat ditemukan. Anehnya, ambulan menolak membawanya karena menduga kondisi korban bukan akibat penikaman, melainkan pendarahan biasa. Hal ini membuat keluarga merasa ada yang tidak wajar dalam proses evakuasi.

Kejanggalan Ketiga: Tidak Ada Bantuan dari Suami

Dimas juga mempertanyakan kenapa Alham tidak segera meminta bantuan warga setelah kejadian. Menurutnya, jika suami korban cepat bertindak, mungkin Faizah bisa diselamatkan.

Kejanggalan Keempat: Permintaan Minum Sebelum Kematian

Saat masih hidup, Faizah sempat meminta minum. Hal ini menunjukkan bahwa ia belum sepenuhnya kehilangan kesadaran. Namun, tidak ada upaya segera untuk memberikan bantuan medis.

Kejanggalan Kelima: Tidak Ada Luka pada Pelaku

Yang paling mencurigakan adalah tidak adanya luka pada tangan Al, pelaku yang diduga melakukan penikaman. Justru, kakak Al yang memiliki luka di tangan. Ini menimbulkan pertanyaan besar tentang siapa sebenarnya yang melakukan penikaman.

Proses Penyidikan dan Rekonstruksi TKP

Polisi telah melakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP) dengan menghadirkan Al, kakaknya, dan sang ayah, Alham. Selain itu, Al juga dibawa ke Polrestabes Medan untuk diperiksa secara intensif. Proses penyidikan masih berlangsung dengan pendampingan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) serta keluarga.

Kehidupan Keluarga yang Tertutup

Faizah dikenal sebagai sosok yang jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Keluarganya tinggal di kompleks Jalan Dwikora selama sekitar 20 tahun, tetapi hubungan dengan tetangga sangat terbatas. Warga hanya menyapa mereka tanpa berbincang panjang.

Aktivitas harian Faizah lebih banyak dilakukan bersama kedua anaknya, Shamikha dan Al. Mereka sering pergi bertiga ke sekolah atau jalan-jalan. Namun, warga jarang melihat Faizah bersama suaminya, Alham, di luar rumah.

Hubungan Rumah Tangga yang Tidak Harmonis

Dari luar, keluarga ini tampak baik-baik saja, tetapi informasi yang beredar menyebutkan bahwa pasangan suami istri ini sudah lama pisah ranjang. Faizah tidur bersama anak-anaknya di lantai satu, sementara Alham tinggal di kamar lantai dua.

Warga juga sempat mendengar pertengkaran dari dalam rumah, termasuk suara barang yang dibanting. Bahkan, Faizah sering memarahi putri sulungnya hingga suaranya terdengar ke luar rumah.

Pekerjaan Suami Korban

Alham, suami Faizah, diketahui sering bepergian ke luar kota untuk bekerja. Hal ini menjadikannya jarang berada di rumah, sehingga hubungan dengan keluarga menjadi semakin renggang.

Kesimpulan

Sederet kejanggalan dalam kasus pembunuhan ini membuat keluarga korban tidak percaya dengan pengakuan Al. Mereka berharap polisi dapat mengungkap kebenaran melalui proses penyidikan yang transparan dan lengkap.

Postingan populer dari blog ini

50 Soal Esai Bahasa Indonesia Kelas 2 Semester Baru dengan Kunci Jawaban

Soal dan Jawaban Esai Bahasa Indonesia Kelas 2 SD/MI Berikut ini adalah beberapa contoh soal esai dalam pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas 2 SD/MI. Soal-soal ini dirangkum sebagai bahan belajar agar siswa dapat memahami materi dengan lebih baik. Cermati setiap pertanyaan yang ada dan berikan jawabanmu sendiri. Adanya kunci jawaban akan membantu kamu dalam mengoreksi hasil belajar. Semakin banyak latihan soal, semakin besar pula pengetahuan yang kamu dapatkan. Pertanyaan dan Jawaban Apa yang dimaksud dengan kalimat? Jawab: Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki arti dan dapat dipahami. Sebutkan contoh kalimat sederhana! Jawab: Contoh: Ibu memasak nasi. Apa itu huruf kapital? Jawab: Huruf kapital adalah huruf besar yang digunakan pada awal kalimat atau nama diri. Berikan contoh penggunaan huruf kapital yang benar! Jawab: Ani pergi ke Sekolah. Apa yang dimaksud dengan tanda titik (.)? Jawab: Tanda titik digunakan pada akhir kalimat pernya...

Enam Weton Ini Selalu Dihiasi Rezeki, Berkah Datang dari Segala Penjuru, Menurut Primbon Jawa

Kehidupan sering kali terasa ringan ketika seseorang merasa selalu didampingi oleh keberuntungan yang datang dari berbagai arah. Setiap langkah yang diambil tampaknya diiringi oleh peluang dan kesempatan yang tidak pernah terduga. Hal ini bisa menjadi pemicu bagi seseorang untuk tetap percaya diri dan mengambil tindakan tanpa rasa takut akan konsekuensi. Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi perasaan seseorang tentang keberuntungan dalam hidup mereka. Bisa saja ini berasal dari lingkungan sekitar, dukungan dari orang-orang terdekat, atau bahkan dari cara seseorang melihat dunia. Ketika seseorang memiliki pandangan positif dan optimis, maka hal itu bisa membuka jalan bagi pengalaman-pengalaman baik yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Keberuntungan sering kali muncul saat seseorang siap menghadapi tantangan. Mereka yang tidak pernah menyerah dan terus berusaha, biasanya lebih mudah menemukan peluang yang tersembunyi. Kesiapan mental dan fisik menjadi kunci utama dalam me...

Luka Aceh Pasca-Bencana: Desa Hilang, Pemda Lumpuh, Warga Menanti Kehadiran Negara

Kondisi Darurat di Aceh Pasca-Bencana Di tengah keterpurukan yang terjadi setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025, masyarakat masih berjuang untuk bangkit. Wilayah-wilayah seperti Aceh Tamiang dan Aceh Utara mengalami kerusakan parah yang mengancam kehidupan sehari-hari. Kerusakan Berat di Aceh Tamiang Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi menjelaskan bahwa seluruh wilayah administratif di daerahnya terkena dampak bencana. Dari 12 kecamatan dengan 216 desa, semua terkena banjir bandang dan dalam kondisi lumpuh, baik dari segi pemerintahan, TNI-Polri, maupun perekonomian. Armia menyebutkan bahwa hingga saat ini, sebanyak 4.839 rumah warga hilang tersapu banjir, terutama di kawasan bantaran sungai. Selain itu, 8.509 rumah mengalami rusak berat, 9.366 rumah rusak sedang, dan 15.174 rumah rusak ringan. Armia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dan te...