Langsung ke konten utama

Ketegangan Partai dan Ormas 2025: Persaingan Kursi, Pergeseran, dan Perdamaian

Dinamika Partai Politik dan Ormas di Indonesia Tahun 2025

Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh dinamika bagi partai politik dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) besar di Indonesia. Berbagai konflik internal muncul ke permukaan, mulai dari pemberhentian pimpinan, dualisme kepengurusan, gugatan hukum, hingga pergeseran kader lintas partai. Di balik ketegangan tersebut, upaya rekonsiliasi dan penataan ulang organisasi menjadi penanda penting perjalanan demokrasi internal sepanjang tahun ini.

Konflik Internal PBNU: Penggulingan Gus Yahya

Salah satu dinamika paling menyita perhatian publik pada 2025 adalah konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Polemik bermula dari penyelenggaraan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) yang menghadirkan Peter Berkowitz, tokoh yang dikaitkan dengan Zionisme. Langkah tersebut memicu reaksi keras dari internal PBNU.

Dalam rapat Pengurus Harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025, tindakan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dinilai telah mencemarkan nama baik organisasi. Rapat tersebut menyimpulkan bahwa Gus Yahya melanggar Peraturan Perkumpulan NU Nomor 13 Tahun 2025. Syuriyah PBNU pun meminta Gus Yahya mengundurkan diri dalam waktu tiga hari sejak surat keputusan diterima.

Namun, hingga tenggat waktu berlalu, Gus Yahya tidak mengundurkan diri. Situasi kian memanas setelah beredar Surat Edaran PBNU Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 yang menyatakan Gus Yahya tidak lagi menjabat Ketua Umum PBNU sejak 26 November 2025 dan diminta melepas seluruh atribut jabatannya.

Di tengah polemik tersebut, Rais Syuriyah PBNU kemudian mengumumkan Zulfa Mustofa sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU melalui rapat pleno PBNU di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Namun, Gus Yahya kembali menyatakan penetapan tersebut tidak sah karena pleno tidak memenuhi syarat karena hanya diundang oleh Syuriyah tanpa melibatkan Tanfidziyah.

Konflik panjang ini akhirnya menemui titik temu menjelang akhir tahun. Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Gus Yahya sepakat melakukan islah dalam pertemuan yang diprakarsai para masyayikh dan mustasyar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).

Dualisme PPP Pascamuktamar

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga dilanda konflik kepemimpinan susai Muktamar X pada 27–28 September 2025. Dalam forum tersebut, dua kubu mengeklaim kemenangan secara aklamasi, yakni kubu Muhammad Mardiono dan kubu Agus Suparmanto. Kedua kubu bahkan sama-sama mendaftarkan kepengurusan hasil muktamar ke Kementerian Hukum.

Pemerintah melalui Kementerian Hukum akhirnya mengesahkan kepengurusan Mardiono. Setelahnya, Mardiono menyatakan akan merangkul kubu Agus. Upaya rekonsiliasi kemudian difasilitasi Kementerian Hukum hingga kedua kubu sepakat islah pada 6 Oktober 2025. Mardiono tetap menjadi ketua umum, sementara Agus Suparmanto ditunjuk sebagai wakil ketua umum.

Namun, rekonsiliasi elite tidak sepenuhnya meredam konflik. Sehari setelah islah, mantan Ketua DP LN PPP Malaysia, Muhamad Zainul Arifin, menggugat keabsahan Muktamar X ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Elite Nasdem Hijrah ke PSI

Dinamika internal juga terjadi di Nasdem menyusul hengkangnya dua elite partai, yakni Ahmad Ali dan Bestari Barus, ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). PSI melantik Ahmad Ali sebagai Ketua Harian dan Bestari Barus sebagai pengurus DPP PSI periode 2025–2030.

Sekjen Nasdem Hermawi Taslim mengatakan bahwa keduanya belum mengajukan pengunduran diri saat dilantik. Namun, Hermawi menilai kepindahan itu sebagai pengakuan atas kaderisasi Nasdem oleh parpol lain, termasuk PSI.

PDI-P Diterpa Kasus Hasto

PDI-P menghadapi ujian besar ketika Sekjen Hasto Kristiyanto ditahan KPK pada Februari 2025 dalam kasus dugaan perintangan penyidikan dan suap terkait Harun Masiku. Meskipun ditahan, PDI-P tidak langsung menunjuk sekjen baru hingga Hasto dibebaskan usai memperoleh amnesti dari Presiden Prabowo Subianto yang disetujui DPR akhir Juli 2025.

Kongres ke-6 partai pun digelar awal Agustus 2025 di Bali. Namun, Hasto saat itu tidak masuk struktur organisasi terbaru. Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum memilih merangkap jabatan tersebut sementara waktu. Hampir dua pekan seusai kongres, situasi pun berubah. Megawati kembali menunjuk Hasto sebagai Sekjen PDI-P untuk periode 2025–2030.

Amien Rais Diduga Digugat Kader Partai Ummat

Konflik internal Partai Ummat mencuat sepanjang 2025 setelah sejumlah kader menggugat struktur kepengurusan baru partai dan perubahan AD/ART yang dinilai memusatkan kekuasaan di Majelis Syuro kepemimpinan Amien Rais. Gugatan terhadap SK pengesahan kepengurusan dan perubahan AD/ART telah terdaftar di PTUN Jakarta dengan nomor M.HH-6.AH.11.03 Tahun 2025.

Sebaliknya, Ketua Umum Partai Ummat Kubu Amien Rais, Ridho Rahmadi menyebutkan, gugatan itu muncul akibat ketidakpahaman kader. Dia menjelaskan bahwa sejak awal, Partai Ummat telah mengadopsi konsep Majelis Syuro. Ridho menegaskan bahwa langkah para kader yang mengajukan gugatan tersebut tidak akan mengganggu soliditas Partai Ummat.

Postingan populer dari blog ini

50 Soal Esai Bahasa Indonesia Kelas 2 Semester Baru dengan Kunci Jawaban

Soal dan Jawaban Esai Bahasa Indonesia Kelas 2 SD/MI Berikut ini adalah beberapa contoh soal esai dalam pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas 2 SD/MI. Soal-soal ini dirangkum sebagai bahan belajar agar siswa dapat memahami materi dengan lebih baik. Cermati setiap pertanyaan yang ada dan berikan jawabanmu sendiri. Adanya kunci jawaban akan membantu kamu dalam mengoreksi hasil belajar. Semakin banyak latihan soal, semakin besar pula pengetahuan yang kamu dapatkan. Pertanyaan dan Jawaban Apa yang dimaksud dengan kalimat? Jawab: Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki arti dan dapat dipahami. Sebutkan contoh kalimat sederhana! Jawab: Contoh: Ibu memasak nasi. Apa itu huruf kapital? Jawab: Huruf kapital adalah huruf besar yang digunakan pada awal kalimat atau nama diri. Berikan contoh penggunaan huruf kapital yang benar! Jawab: Ani pergi ke Sekolah. Apa yang dimaksud dengan tanda titik (.)? Jawab: Tanda titik digunakan pada akhir kalimat pernya...

Enam Weton Ini Selalu Dihiasi Rezeki, Berkah Datang dari Segala Penjuru, Menurut Primbon Jawa

Kehidupan sering kali terasa ringan ketika seseorang merasa selalu didampingi oleh keberuntungan yang datang dari berbagai arah. Setiap langkah yang diambil tampaknya diiringi oleh peluang dan kesempatan yang tidak pernah terduga. Hal ini bisa menjadi pemicu bagi seseorang untuk tetap percaya diri dan mengambil tindakan tanpa rasa takut akan konsekuensi. Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi perasaan seseorang tentang keberuntungan dalam hidup mereka. Bisa saja ini berasal dari lingkungan sekitar, dukungan dari orang-orang terdekat, atau bahkan dari cara seseorang melihat dunia. Ketika seseorang memiliki pandangan positif dan optimis, maka hal itu bisa membuka jalan bagi pengalaman-pengalaman baik yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Keberuntungan sering kali muncul saat seseorang siap menghadapi tantangan. Mereka yang tidak pernah menyerah dan terus berusaha, biasanya lebih mudah menemukan peluang yang tersembunyi. Kesiapan mental dan fisik menjadi kunci utama dalam me...

Ikan Buntal, Kerang, dan Bahaya Toksin Laut yang Terlupakan

Masyarakat Indonesia yang tinggal di sekitar laut sudah sangat akrab dengan makanan laut seperti ikan dan kerang sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dari warung makan sederhana hingga restoran, hasil laut selalu menjadi pilihan utama karena dianggap segar, bergizi, dan sehat. Namun, di balik kepercayaan itu, ada fakta penting yang sering kali terlewat: tidak semua makanan laut aman untuk dikonsumsi, bahkan ketika terlihat segar dan dimasak dengan sempurna. Sebagai konsumen, kita cenderung berada dalam posisi pasif. Kita membeli ikan di pasar, memesan kerang di rumah makan, lalu percaya bahwa semuanya aman selama terlihat segar dan sudah matang. Namun, jarang sekali kita bertanya dari mana makanan itu berasal, bagaimana proses penyimpanannya, atau risiko kesehatan yang mungkin tersembunyi di dalamnya. Padahal, dalam konteks makanan laut, ketidaktahuan bisa menjadi faktor utama munculnya masalah kesehatan. Beberapa kasus keracunan seafood yang terjadi di berbagai daerah menunju...