Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk Jadi Wisata Dadakan
Patung macan putih yang berada di pertigaan Dusun/Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, kini menjadi pusat perhatian masyarakat. Sejak awal Desember 2025, patung tersebut viral dan menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah untuk berswafoto.
Pengunjung datang dari wilayah Kabupaten Kediri sendiri hingga luar daerah seperti Malang, Trenggalek, Jombang, Lamongan, dan Jakarta. Mereka mengaku penasaran setelah melihat foto dan video patung macan putih yang ramai dibicarakan di media sosial. Bentuk patung yang unik dan imut membuatnya menjadi daya tarik tersendiri.
Ramainya Pengunjung dan Dampak Ekonomi
Kehadiran patung macan putih telah membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi warga sekitar. Puluhan pedagang UMKM mulai memanfaatkan momen ini dengan membuka lapak di sepanjang tepi jalan. Menurut Ahmad Andi, warga setempat yang rumahnya berada tepat di depan patung macan putih, area pertigaan ini kini berubah menjadi wisata dadakan yang sangat ramai.
“Semenjak viral, area pertigaan ini berubah jadi wisata dadakan. Ramainya luar biasa, apalagi akhir-akhir ini dan malam hari,” kata Andi.
Tidak hanya warga lokal, banyak pengunjung dari luar daerah juga datang untuk melihat langsung patung tersebut. Qizwin, remaja asal Jakarta Pusat, mengaku tertarik datang setelah melihat unggahan di media sosial. Ia sengaja menyempatkan diri berkunjung bersama temannya yang mondok di salah satu pesantren di Jombang.
“Awalnya lihat di media sosial, ternyata lucu. Bentuknya beda dari macan biasanya,” ujarnya.
Karya Seniman Lokal yang Viral
Patung macan putih ini merupakan karya dari Suwari (60), seorang seniman lokal warga Desa Kuwik, Kecamatan Kunjang. Dia mengerjakan patung tersebut selama 18 hari dengan anggaran total sekitar Rp 3,5 juta. Dana pembuatan patung berasal dari dana pribadi Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i.
Suwari mengaku tidak menyangka hasil karyanya bisa viral dan menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. “Alhamdulillah, saya juga tidak menyangka. Sekarang malah ada yang pesan lagi, rencananya patung naga di daerah Sumbercangkring, Malang,” ujarnya.

Inisiatif Kades dan Respons Masyarakat
Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menjelaskan bahwa pembuatan patung tersebut merupakan inisiatifnya yang sebelumnya telah mendapatkan persetujuan melalui sejumlah rapat desa. Tujuannya adalah untuk mengangkat legenda desa sebagai ikon desa. Kebetulan desa kami ada legenda macan putih,” ujar Safi’i.
Meski bentuk patung sempat dianggap gagal menghadirkan sosok harimau karena tidak mewakili penampakan sebagaimana wujud realita harimau pada umumnya, banyak masyarakat yang memandangnya sebagai luapan ekspresi seni.

Tidak Patok Harga Tinggi
Meskipun kerap mendapatkan pekerjaan membuat patung, Suwari tidak mematok harga tinggi untuk jasanya. Patung macan putih yang tengah viral itu misalnya, Suwari hanya meminta biaya jasa pembuatan sebesar Rp 2 juta, yang dikerjakannya selama 18 hari. “Saya mborong kerja. Saya kerjakan sendiri selama 18 hari tanpa bawa kuli,” ujarnya.